Sebuah Tulisan
Diana
Wanita bernama Diana memiliki tanda khusus di dalam hatinya. Itu bermulai sejak pertemuan singkat ketika sedang silahturahmi di lingkungan keluarga. Akan tetapi hanya hitungan jam untuk mereka bertemu, setelah itu mereka berpisah untuk waktu yang lama. Entah bagaimana, ada bisikan untuk mereka bertemu. Dimulai dari suatu percakapan disuatu sosmed dan akhirnya mereka memutuskan untuk bercerita. Cerita demi cerita telah dikeluarkan, perasaan lega dari kedua belah pihak yang menimbulkan suatu 'rasa'.
Awal bulan puasa menandai kedekatan setelah sekian lama mereka berpisah. Hari demi hari, balasan demi balasan dikolom obrolan membuat hati mereka terasa begitu bahagia. Mencurahkan semua tentang kehidupan yang sedang dialami. Tanpa sadar telah sampai di ujung bulan puasa. Ini menandakan bahwa pertemuan mereka akan tiba. Dan benar, mereka bertemu saling bertatap muka dengan rasa malu untuk memulai bicara. Hanya segelintir orang yang tahu mengenai kedekatan mereka.
Sebelum pulang meninggalkan kota, ada kejadian dimana mereka bertukar rasa. Setelah sebulan menjalani kedekatan, akhirnya ada suatu ikatan yaitu cinta. Hati pun merasa berbunga bunga walau harus berjauhan satu sama lain. Mereka yakin jarak bukan masalah untuk menjalani suatu ikatan. Komitmen terbentuk, saling percaya satu sama lain dan menjaga hati agar tidak timbul rasa sakit hati.
Tantangan pun dimulai, Diana adalah wanita yang pencemburu dan posesif. Sering kali ia 'ngambek' walau hanya sebatas pertemanan dan kegiatan kuliah. Semakin lama semakin mengerti bahwa ini adalah tantangan untuk hubungan meraka. Diana belajar menjadi dewasa, dengan penuh cinta ia melakukannya.
Rasa kangen yang sudah tidak terbendung, memaksakan mereka untuk bertemu di suatu Kota. Diana bahagia bertemu dengan kekasihnya, peluk dan cium tak bisa dihindarkan. Hanya tiga hari mereka bertemu, kemudian sang kekasih pulang untuk menimba ilmu kembali. Sang kekasih meyakinkan dan menjanjikan untuk kembali menemuinya. Hal itu membuat Diana senang dan sedih secara bersamaan. Perpisahan di stasiun kereta membawa tangis untuk Diana, air mata mengalir setelah sang kekasih naik ke atas kereta. Dalam hatinya berbicara "Aku yakin suatu pertemuan dan perpisahan akan terus berlanjut, aku harus sabar dan menunggu dia kembali".
Setelah sekian lama menjalani hubungan dan melaksanakan pertemuan. Ada suatu momen sang kekasih sangat mempunyai banyak pikiran. Salah satunya adalah kerisauan sang kekasih apakah ini akan terus berlanjut. Sang kekasih bingung, mencari jalan keluar. Dia menemukan suatu jalan yang menuju ke jurang yaitu menyudahi ikatan dengan beberapa alasan. Salah satu alasan itu yaitu sang kekasih memikirkan diana yang selalu menunggu untuk datang, namun dirinya tidak tahu kapan akan menyusulnya kembali. Di lain sisi, kewajibannya sebagai seorang mahasiswa semester akhir yang harus terpenuhi untuk mendapat gelar sarjana. Waktu yang harus dibagi semakin sempit dan materi juga mendukung alasan kenapa sang kekasih memutuskan ikatan.
Diana menangis selama seminggu, hati dan pikiran kacau balau sehingga membuatnya sedikit drop. Diana mengemis untuk tidak berpisah, namun ditolaknya. Cinta yang sangat dalam dari keduanya, membuat perpisahan ini begitu berat. Diana mencari jalan keluar untuk mempertahan kan ikatan tersebut. Namun, ia tidak berhasil menemukannya.
Diana menangis selama seminggu, hati dan pikiran kacau balau sehingga membuatnya sedikit drop. Diana mengemis untuk tidak berpisah, namun ditolaknya. Cinta yang sangat dalam dari keduanya, membuat perpisahan ini begitu berat. Diana mencari jalan keluar untuk mempertahan kan ikatan tersebut. Namun, ia tidak berhasil menemukannya.
Komentar
Posting Komentar